• Contact Me
  • DMCA Policy
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Internasional
  • Nasional
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kata Bijak
  • Musik
  • Kesehatan
  • LifeStyle
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
Berita Terbaru »
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century mengusulkan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menonaktifkan pejabat yang diduga terlibat kasus Bank Century selama pemeriksaan hingga 4 Maret 2009.

"Kalau Presiden SBY menjunjung tinggi moral, maka akan menonaktifkan pejabat yang diduga terlibat dalam kasus Century selama pemeriksaan berlangsung," kata Hendrawan Supratikno, anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century dari Fraksi PDI Perjuangan di sela diskusi Trijaya di Jakarta, Sabtu, 19 Desember 2009.

Menurut Hendrawan, dalam kasus Century memang terserah presiden mau menonaktifkan atau tidak pejabat yang diduga terlibat, karena sistemnya presidensial. Sedangkan kewajiban DPR adalah menyerap aspirasi masyarakat yang menghimbau agar petinggi yang jelas dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) patut diduga terlibat dinonaktifkan.

"Dengan rekomendasi itu, berarti DPR sudah menyuarakan suara rakyat," kata dia.

Hendrawan mengakui, dalam Undang-undang (UU) tidak ada mekanisme penonaktifan pejabat yang baru diduga terlibat dalam suatu perkara.

Namun, kata dia, masalahnya adalah Presiden SBY diberi pilihan mana yang akan dipentingkan, tuntutan moral masyarakat atau kepentingannya sendiri. "Jadi, biarkan masyarakat menilai siapa yang junjung asas kepatutan dan moral," tutur Hendrawan.

Sebelumnya, Presiden SBY mengkhawatirkan imbauan Pansus Hak Angket Bank Century DPR kepada Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani agar menonaktifkan diri dari jabatannya.

Menurut dia, pemberhentian sementara kedua pejabat itu bisa mengganggu perekonomian nasional.


• VIVAnews
Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menjamin Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani akan memenuhi panggilan Panitia Khusus Angket Century jika dipanggil. Jika kedua orang yang bertanggung jawab atas penalangan Bank Century itu tak hadir, Ruhut siap dirajam.

"Saya akan menjamin manakala Wapres Boediono dan Sri Mulyani dipanggil tidak datang," kata Ruhut dalam diskusi di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam, Menteng, Jakarta, Minggu 20 Desember 2009.

"Kawan-kawan bisa tunggu di luar, aku akan keluar, langsung rajam saat itu juga. Aku siap untuk itu karena aku tahu siapa Boediono dan Sri Mulyani," ujar Ruhut yang juga duduk di Panitia Angket itu.

Menurut Ruhut, Sri Mulyani dan Boediono yang mantan Gubernur Bank Indonesia itu bersih. Ruhut yakin, tidak niat memperkaya diri mereka saat penalangan Bank Century yang bangkrut itu.

"Mereka aset kita. Mereka orang yang clean. Aku jamin Sri Mulyani dan Boediono memang bersih. Tapi saya mohon kawan-kawan mengawal terus kami. Kami dari Partai Demokrat tidak akan aneh-aneh," ujar Ruhut.

Pemanggilan Sri Mulyani dan Boediono baru diagendakan setelah reses DPR berakhir awal Januari 2010. Pemanggilan yang dilakukan besok, Senin 21 Desember, baru pada pimpinan Bank Indonesia pada era Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.
• VIVAnews
  • Recent Posts
  • Comments

link ads

Photos on Flickr

Advertisement
  • Sejarah
  • Nasional
  • Musik
  • Hiburan
  • Cerpen
Copyright © 2012 Berita Terbaru. All rights reserved.
Privacy Policy - Google.com - Google.co.id - My zimbio