Selama ini Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) menjadi harapan bangsa Indonesia sebagai sebuah lembaga penegak keadilan di Bumi Indonesia tercinta ini , tapi sayang KPK sekarang Tidak seperti dulu lagi, banyak kejadian kejadian yang menimpa KPK Belakangan ini.
Dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK tak hanya didengungkan Slank. Band yang digawangi Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ivan (bass), dan Ridho (gitar) ini dikenal sebagai band yang sering mengkritisi kondisi sosial termasuk menyuarakan aksi anti koruptor yang merugikan negara dan rakyat.
Dan kali ini tak hanya Slank yang menyuarakan aspirasi Antikorupsi, tapi juga sederet musisi seperti Bino, Cholil, Once, dan Fariz RM bersama komunitas Cicak (Cinta Indonesia Cinta KPK) ikut menyalakan spirit antikorupsi dengan bersama-sama melantunkan lagu KPK di Dadaku dalam bentuk ringtones.
Pengen tahu lagunya? silahkan download di sini
Ayo perangi Korupsi dan dukung KPK berantas Korupsi!
Partisipasi Anda mengunduh dan menyebarkan lagu ini adalah bukti kepedulian Anda pada korupsi di Indonesia. Katakan tidak pada KORUPSI!
Download MP3 Lagu KPK di Dadaku
Download Ringtone MP3, KPK di Dadaku
Laurentia Pasaribu, atau Mama Lauren meninggal dunia dikarenakan sakit paru-paru. Paru-paru Mama Lauren dipenuhi cairan."Mama itukan sudah lama sakit paru-paru. Paru-parunya itu berisi cairan," kata anak angkat Mama Lauren, Bebi Jenar kepada detikhot via ponselnya, Senin (17/5/2010) malam.
Tidak hanya itu, jantung Mama Lauren pun ikut terganggu. Mama Lauren pun sesak nafas saat dibawa ke rumah sakit PGI Cikini.
"Saat kita bawa ke rumah sakit, mama mengalami sesak nafas. Kondisi jantungnya nggak bagus," kata Bebi.
Mama Lauren dirawat di rumah sakit PGI Cikini sejak Minggu (16/5/2010) siang. Mama Lauren menghembuskan nafas terakhir pada Senin (17/8/2010) malam pada pukul 21.37 WIB.
Saat ini Jenazah Mama Lauren sudah disemayamkan di rumah duka di Jalan Kasuari 2 No.2 Cipinang, Jakarta Timur. Peramal keturunan Belanda itu meninggal di usia 78 tahun(detik)
Berita duka kembali menyelimuti Indonesia. Peramal Laurentia Pasaribu, atau Mama Lauren telah meninggal dunia pada pukul 21.37 WIB malam ini.Kabar tersebut dibenarkan oleh anak angkat Mama Lauren, Bebi Jenar kepada detikhot via ponselnya, Senin (17/5/2010) malam. Mama Lauren meninggal di Rumah Sakit PGI Cikini, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.
"Iya benar, mama meninggal malam ini pukul 21.37 WIB," kata Bebi.
Saat ini Mama Lauren sedang dibawa ke kediamannya di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Rencananya peramal kondang itu akan dikebumikan Selasa (18/5/2010) esok(detik)
Menurut informasi yang diperoleh Antara dari lapangan, memang sejak beberapa waktu lalu Rizwan telah melakoni pekerjaan sebagai dukun yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Yang membuat warga tertarik dengan pengobatannya, karena dari beberapa warga yang berhasil diobatinya ada yang sembuh dari penyakit yang dideritanya. "Tak heran membuat warga banyak yang datang berobat ketempat ia membuka prakteknya di rumah yang disewanya didesa ini. Namun warga merasa aneh dan tersinggung dengan praktek dukun yang dinilai `nyeleneh` ini," ungkap Amat (47), warga Simpang Gaung kepada Antara, Ahad (13/12).

Penangkapan Rizwan bermula saat ini membuka praktek pengobatan pada Jum`at (11/12) malam. Saat itu sekitar puluhan warga mendatangi tempat prakteknya untuk berobat. Ketika itulah ia mulai berulah dengan melakukan praktek pengobatan sambil menginjak Al-Qur`an dan merapal mantera-mantera, selain itu satu buah Al-Qur`an lagi diletakkan diatas kepalanya.
Saat ia menjalankan aksinya itulah langsung ditangkap oleh anggota polisi setempat. Penangkapan ini berdasarkan laporan warga yang merasa resah dengan praktek pengobatan menyimpang yang dijalankannya tersebut. Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Achmad Kartiko, S.IK MH ketika dikonfirmasi melalui Perwira Humas AKP Robinson Saragih, Minggu (13/12) membenarkan dukun Rizwan saat ini telah diamankan di Mapolres Inhil.
Malam penangkapan itu juga tersangka dibawa ke Mapolres Inhil dari Polsek Gaung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aksinya tersebut. "Saat ini tersangka dan barang bukti berupa Al-Qur-an telah diamankan di Mapolres dan kasus ini masih dilakukan penyelidikan. Bila terbukti melakukan perbuatan yang disangkakan, maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.(republika.co.id)
Prita dinyatakan terbukti mendistribusikan, mentransmisikan, dan membuat dapat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap dokter dan rumah sakit tersebut.
Demikian dinyatakan jaksa penuntut umum dalam replik atau tanggapan terhadap pembelaan Prita pada sidang lanjutan perkara tersebut di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (9/12/09). Dalam tanggapannya, mereka meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana hukuman penjara enam bulan kepada terdakwa.
Tanggapan jaksa sebanyak 23 halaman dibacakan secara bergantian oleh Riyadi dan Rakhmawati Utami selama lebih dari satu jam.
"Prita terbukti bersalah sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat 3, Pasal 45 ayat I, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Riyadi.
Dalam tanggapannya, jaksa menilai bahwa Prita dengan sengaja telah membuat e-mail dan menyebarkan isi surat itu dengan menggunakan laptopnya sendiri.
Sesuai fakta persidangan yang tidak dibantah dan terbantahkan, Riyadi mengatakan, dalam kalimat akhir surat elektronik terdakwa terdapat: "Saya mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca karyawan atau dokter atau manajemen RS Omni, tolong sampaikan ke dokter Grace, dokter Mimi dan Ogi bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan anda."
Atas replik jaksa itu, penasihat hukum Prita, OC Kaligis, mengajukan duplik. "Majelis hakim yang terhormat, kami minta waktu tujuh hari atau seminggu," ujar Kaligis.
Namun, Arthur hanya memberikan waktu enam hari. Sidang akan dilanjutkan pada Selasa(kompas)
Lagi-lagi adegan syur beredar luas. Kali ini terjadi di Sidoarjo yang pemerannya tak lain Subandi (52) mantan Kades Tambak Kemerahan, Kecamatan Krian dengan Mbak Pri (40) yang berprofesi sebagai guru senam.Video adegan mesum berdurasi enam menit itu sudah beredar di desa setempat beberapa hari lalu. Dari informasi yang diperoleh, lokasi adegan mesum itu di kawasan Pacet, Mojokerto. Selain video mesum, masih ada lagi video mesum yang dilakukan oleh mantan kades tersebut.
Polisi masih menyelidiki kasus ini. Video mesum mantan kades yang sudah beredar luas itu juga sudah berada ditangan polisi. "Kami masih menyelidiki kasus ini," ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Agung Pribadi, Jumat (20/11/2009).
Informasi yang diperoleh, meski video mesum itu sudah beredar di warga Desa Tambak Kemerahan, namun belum sampai ke polisi. Video mesum Subandi yang menjabat kades sampai Desember 2008 lalu, menjadi perbincangan tapi belum sampai ke tangan polisi.
Terungkapnya kasus ini, bermula dari laporan Dewi Aminah (49), istri Subandi ke Polsek Krian. Dia melaporkan suaminya karena berzina dengan wanita lain. Dari sini kemudian polisi mengambil video mesum kades itu untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sebelum melapor ke Polsek Krian, Dewi Aminah sudah mendatangi Mbak Pri menanyakan terkait video mesum itu. Dalih Mbak Pri kepada Siti Aminah, dia diancam kalau tidak dilayani akan dilaporkan. Namun, informasi yang diperoleh polisi perbuatan seperti itu dilakukan dua orang ini lebih dari sekali.
Diduga, Subandi merekam sendiri aksi mesum ini dengan Hand Phone-nya. Adegan itu dilakukan dalam kamar dengan seranjang berseprai warna putih. Si Cewek menggunakan selimut berrwarna merah motif hitam.
Antara Subandi dan Mbak Pri sebenarnya sudah sama-sama punya keluarga. Mbak Pri tinggal di Dusun Tambak Tengah dan Subandi di Dusun Sidomojo, Desa Tambak Kemerahan. Video mesum itu dibuat antara empat sampai enam bulan silam.
"Dari informasi yang kita peroleh, rekaman itu dibuat di pacet. Kita tunggu penyelidikan lebih lanjut, karena beberapa saksi dan pelaku masih akan diperiksa," imbuh Agung Pribadi.
Agung menambahkan, Dewi Aminah sudah melaporkan kasus perzinahan suaminya itu ke Polsek Krian dan Polres Sidoarjo. Atas laporan itu, Subandi bakal dijerat pasal 284 (perzinahan). Sedangkan untuk video mesum itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut. (okezone)
Sepasang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kediri, Jawa Timur diduga menjadi aktor dan aktris video porno. Dalam sepekan ini, film biru yang mempertontonkan adegan cabul siswa-siswi berdurasi 4 menit 50 detik, telah menghebohkan masyarakat Kota Kediri.
Cukup dengan ponsel yang memiliki fitur bluetooth dan infra red, file berbentuk 3gp dengan kapasitas 3,51 MB tersebut, bisa digandakan ke ponsel lain. Pemandangan itu yang kini terjadi di sebagian pelajar Kediri.
Tidak sedikit siswa dan siswi bergerombol, hanya untuk melampiaskan rasa penasaranya menonton adegan pelajar mesum yang informasinya berasal dari salah satu sekolah favorit di Kota Kediri. Ada yang menonton ramai-ramai, dan tidak sedikit yang sengaja meminta copynya. Judul file itu sendiri adalah SMA 6."Saya dapat dari teman sekitar 4 hari lalu, "tutur Irfan
Maulana (17) salah seorang siswa SMK Negeri di Kota Kediri kepada wartawan Minggu (04/10/2009). Melihat kualitas gambarnya, video porno ini sepertinya direkam melalui camera video HP dengan modus "mencuri" (sembunyi-sembunyi)
Dalam adegan itu, sepasang siswa-siswi ini tidak sampai melepas seluruh seragam sekolah yang dikenakan. Dengan memelorotkan celana panjangnya, dan diikuti membuka beberapa kancing seragam dan menarik bra serta menyingkap rok pasanganya, "aktor dan aktris" porno ini kemudian duduk saling tindih (pangku) berhadapan.
Keduanya melakukan hubungan lazimnya suami istri dengan style duduk, dengan perempuan di atas. Yang mengejutkan, usai menyalurkan hasratnya, keduanya membuang tisu yang tampak ternoda darah, yang diduga darah perawan.
Dari seragam yang dikenakan, diduga sepasang siswa-siswi mesum itu merupakan warga salah satu sekolah favorit di Kota Kediri. "Kalau judul file yang saya dapatkan SMA 6. Tapi saya tidak berani memastikan apakah pemainya dari sana," pungkas Irfan.
Kasat Intelkam Kepolisian Resor Kota Kediri Ajun Komisaris Polisi Paidi dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya peredaran video porno di Kediri dengan pemain berseragam sekolah. Namun kendati demikian, polisi belum mengambil langkah hukum sebelum ada laporan yang masuk. "Kita akan koordinasi dengan reskrim. Kita sedang menyelidiki, apakah itu benar pelajar Kediri, atau hanya mirip saja," ujarnya.
sumber
Kepolisian Sektor Kertosono Kabupaten Nganjuk menyelidiki peredaran video porno yang diduga melibatkan pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas setempat. Video yang direkam dengan kamera ponsel ini dengan cepat beredar di kalangan pelajar dan meresahkan warga.
Kepala Kepolisian Sektor Kertosono Ajun Komisaris Polisi Karlin mengatakan video panas ini sengaja disebarluaskan oleh seseorang yang merekam peristiwa tersebut. Dalam film berdurasi 26 menit ini terlihat adegan mesum yang dilakukan sepasang remaja berlainan jenis. “Ada yang mengenali pemeran perempuannya sebagai siswa SLTA di Kertosono,” kata Karlin, Senin (26/10).
Dalam tayangan ini terlihat kedua remaja tersebut asyik melakukan perbuatan asusila di sebuah kamar kosong. Entah disadari atau tidak, adegan tersebut direkam oleh seseorang melalui kamera ponsel dari lubang plafon. Gambar itulah yang akhirnya tersebar secara luas dengan judul erotis.
Untuk menyelidiki kasus tersebut, polisi telah memeriksa staf pengajar SMA Negeri 1 Kertosono. Diduga pemeran perempuan dalam film itu merupakan siswi sekolah favorit tersebut. “Mereka mengakui jika itu muridnya yang sudah keluar,” kata Karlin.
Sayangnya sejumlah guru dan kepala sekolah SMA Negeri 1 Kertosono menolak menjelaskan hal itu. Mereka memilih bungkam dan mengatakan kepala sekolah tidak berada di tempat. “Kayaknya tidak ada anak itu di sini,” bantah Nur Hadi, salah satu guru di sekolah tersebut. (tempointeraktif)
Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan usaha penyelundupan sabu-sabu dari tangan seorang warga negara Malaysia. Supaya lolos pemeriksaan, tersangka menyimpan barang haram tersebut di telapak sepatu."Sabu-sabu sebanyak 1 kg disimpan di telapak kaki sepasang sepatu (masing-masing sepatu disimpan 500 gram)," kata Kepala Humas Ditjen Bea Cukai Evi Suhartantio kepada detikcom, Rabu (14/10/2009).
Dikatakan Evi, tersangka berinisial HMK ditangkap pukul 20.00 WIB saat baru saja mendarat di bandara. Sebelumnya, laki-laki berumur 27 tahun itu menumpang pesawat CI-679 dengan paspor bernomor A20296495.
"Pesawat dari Hong Kong tujuan Bandara Soekarno-Hatta," tandasnya.
Menurut Evi, penangkapan HMK berawal dari analisa data dan profilling terhadap penumpang pesawat. Petugas lantas melakukan pengembangan dengan mengamati gerak-gerik mencurigakan dari penumpang yang menjadi target.
"Nilai narkoba itu mencapai Rp 1 miliar," pungkasnya. (detik)
Ong Yuliana Gunawan kontan menjadi buah bibir. Nama dan suaranya disebut dalam pemutaran rekaman di sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Dari nada suaranya lewat telepon, wanita itu terkesan dekat dengan Anggodo Widjojo.
Cewek itu sudah tiga kali masuk penjara karena kasus narkoba. Yuliana merupakan adik Fredy Mappatula, peragawan sekaligus teman Roy Marten saat menghuni Lapas Cipinang. Mereka bertiga pernah bertemu di Rutan Medaeng, Surabaya, pada 31 Maret 2007.
Pada kasus pertama, Yuliana ditangkap 2 November 2006 oleh Polresta Surabaya Selatan di rumahnya di Jalan Kedungdoro. Saat itu, polisi menemukan 0,3 gram shabu-shabu.
Untuk kali kedua, Yuliana masuk Medaeng bersama Fredy. Dia dan Fredy bersamaan masuk Medaeng sejak 16 Maret 2007. Mereka ditangkap anggota Polwiltabes Surabaya pada 18 Januari 2007 di sebuah apartemen di Jalan HR Mu hammad, Surabaya. Dari tangan mereka ditemukan dua paket shabu-shabu seberat 0,9 gram.
Yuliana sebelumnya pernah terjerat kasus narkoba. Dia ditangkap Polwiltabes Jogja. Berarti, setidaknya sudah tiga kali dia terjerat perkara narkoba. Wanita ini mengaku kecanduan narkoba.
Kepada penyidik, wanita berkulit putih ini mengaku mengkonsumsi narkoba jenis shabu bukan untuk hura-hura, tapi sebagai penambah tenaga. Kebetulan, dia merupakan pemijat saraf dengan pasien belasan orang setiap harinya.
Kasusnya sempat mencuat karena dia tidak ditahan namun dirawat di kliknik dengan alasan sakit. Padahal tidak sakit.

Ong Yuliana Gunawan, Pemijat yang Namanya mendadak terkenal dalam skandal KPK-Polri
Ong Yuliana Gunawan memang dekat dengan Anggodo, baik sebagai pemijat maupun bisnis. Bahkan kabar yang terdengar Ong Yuliana yang sempat terekam KPK, selain menyerahkan duren dua dus, Ong Yuliana juga sebagai pemijat Mr R tersebut.
Ong : Tadi Pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok, ketawa-ketawa dia, pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngerti? Kalau enggak gitu kita yang mati, soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti ga?
Anggodo : Siapa?
Ong : Kita semua. Pak Ritonga, pokoknya didukung, jadi KPK nanti ditutup ngerti ga?
Anggodo : Iya-iya
Ong : Udah pokoknya jangan khawatir ini urusannya bisa tuntas, harus selesai. Dia ngomong begitu, Pak Ritonga. Bener Pak Ritonga itu loh, siapa polisi itu, si Susno itu. Kemarin Pak Ritonga dianu itu, Pak Ritonga ngamuk. Kan dia itu anu Pak, janji to? Gitu loh, kok dia yang nyeleweng, gak berani dia, katanya Anggodo suruh nelepon kamu, kamu stress toh Pak? Hari ini masuk TV terang loh Pak, masuk tv terang bos itu kayak apa itu?
Anggodo : lya…hehe
Ong : Tapi lebih baik kok katanya, bagus. Harus begini, karena Antasari, kan kamu tak certain ya Pak, ini kenapa dia ngomong gini? Mulai.. (tidak jelas) semua, Antasari kan butuh…tutup (tidak jelas) ngerti Pak? Pak Ritonga kan rentut-nya se-Indonesia yang nentuin Pak
Anggodo : Iya
Ong : Nah ini loh yang ini, makanya Pak Ritonga dengan urusan sampe tuntas
Anggodo : Ya..ya
Wah-wah hebat banget cewek ini ya, sampe mengerti kalau RI-1 Mendukung atau tidak dan tau skenario KPK mau ditutup segala, emang dipelihara siapa ya pemijat cantik ini?
Sumber: http://ruanghati.com/2009/11/04/ong-yuliana-gunawan-kasus-narkoba-pemijat-mr-r-dan-punya-akses-kuat-ke-para-petinggi/Keduanya juga dikenal sebagai pebisnis ilegal dan suka dugem. Anggoro bahkan pernah booking 30 cewek sekaligus.
Di kalangan pengusaha Surabaya, nama Anggodo dan Anggoro Widjojo tidak terlalu dikenal. Namun jika disebutkan nama asli Tionghoanya, yakni Ang Tju Nek (Anggodo) dan Ang Tju Hong (Anggoro), hampir semua pengusaha senior mengenal mereka. Bahkan, mereka mengetahui dengan citra tertentu kepada duo adik kakak itu.
Di mata para pengusaha papan atas Surabaya, Ang Tju Nek dan Ang Tju Hong adalah pengusaha yang banyak berkecimpung di bisnis ilegal. Bahkan, seorang pengusaha yang cukup dekat dengan keduanya sejak kecil, mengatakan, mereka dikenal bengal sejak kecil dan remaja. “Mereka sukanya berkelahi, terutama yang gemuk itu (Anggodo, Red),” ujar seorang pengusaha senior.

Jika di kalangan teman remajanya Anggodo dikenal sebagai anak muda yang suka main pukul, penampilan Anggoro kebalikannya. Pria yang terakhir menjadi bos PT Masaro Radiokom, ‘perusahaan rekanan departemen dalam proyek sistem komunikasi terpadu serta Motorola, perusahaan IT terkemuka Amerika’ itu dikenal sebagai pemuda yang cerdas dan tangkas. “Anggoro lebih kalem. Tapi, dari gerak matanya dia sebetulnya cerdas dan tangkas dalam bisnis,” tambah sumber yang seorang pengusaha itu.
Bakat bisnis Anggodo dan Anggoro menurun dari papa mereka, Ang Gai Hwa. Sebagai perantau dari Tionghoa, Gai Hwa di kalangan pengusaha-pengusaha perintis industri di Surabaya dikenal supel dan suka bergaul. Gai Hwa bekerja sebagai penjual dinamo di kawasan Kalimati (kompleks Kembang Jepun Surabaya sekarang, Red) Surabaya. “Orangnya suka cerita, karena itu dia banyak teman dan relasi,” jelasnya.

Selain meneruskan bisnis sang ayah, Anggodo dan Anggoro terus mengembangkan bisnis keluarga. Sayang, karena sifat bawaan keduanya, lahan bisnis baru yang dipilih sering menyerempet hal yang melanggar hukum. “Karena itu, mereka mulai dijauhi kolega-kolega. Padahal, kami menyayangkannya. Bagaimanapun, mereka saudara sekampung halaman di Tionghoa,” ujar sumber.
Salah satu bisnis yang sempat mendatangkan penghasilan melimpah bagi Anggoro dan Anggodo adalah menjadi agen SDSB, judi yang dilegalkan pemerintah pada akhir 1980-an. “Apalagi mereka dekat dengan Roby Ketek (nama asli Rudy Sumampow, pengusaha terkaya Surabaya 1980-an),” ungkapnya.
Kongsi bos SDSB yang dekat dengann banyak pejabat pusat di Jakarta itu, Anggodo dan Anggoro mendapat keuntungan melimpah hingga mampu membeli kompleks perkantoran dan hiburan Studio East di kawasan Simpang Dukuh.
Namun, pada awal 1990-an, bisnis dua bersaudara itu memasuki masa suram. Sejak itu mereka tidak terdengar kiprahnya di jagat bisnis Surabaya. Kabar keduanya baru muncul 10 tahun kemudian, saat mereka mendirikan PT Masaro Radiokom, dan lebih mengejutkan lagi mereka sukses menjadi agen pemasaran Motorola, perusahaan telekomunikasi papan atas asal Amerika. Sejak itu mereka kembali sering muncul di pergaulan pengusaha Surabaya, meski sebatas acara gathering dan entertainment.
Namun, kelompok pengusaha senior Surabaya kembali kecewa saat mengetahui bahwa perilaku Anggodo dan Anggoro tidak berubah. “Ternyata, saat sukses lagi, muncul sombongnya,” ujarnya.
Bahkan, di kalangan penikmat dunia malam di Jakarta dan Surabaya, Anggoro dikenal sebagai pengusaha yang suka berfoya-foya. “Pernah dia mem-booking 30 cewek sekaligus dan masing-masing dikasih Rp 3 juta. Cerita ini begitu terkenal. Jika tidak percaya, cek di bar-bar terkemuka di Jakarta dan Surabaya,” ujarnya. Anggodo pun hanya mengikuti kebiasaan sang kakak.
Perilaku foya-foya itu kembali membuat kolega pengusaha mulai menjauhi keduanya. “Para sesepuh pengusaha di sini prihatin, kenapa punya uang dihambur-hamburkan, kenapa tidak disumbang ke kampung halaman (di negeri Tiongkok-red),” ujarnya. Karena itu, saat Anggodo dan Anggoro kini tersandung masalah hukum di ibu kota, banyak pengusaha yang memilih berpaling muka.
Sumber: http://posmetro-medan.com/index.php?open=view&newsid=12792


